Rabu, 13 Mei 2009

बोबोतोह पेर्सिब तिदक बसा केकेदिर

oBobotoh yang berniat melancong ke Kediri untuk menyaksikan partai Persik Kediri vs Persib Bandung di Stadion Brawijaya, Sabtu (16/5) mendatang, tampaknya harus gigit jari. Pasalnya pihak Polresta Kediri melarang bobotoh Persib untuk hadir menyaksikan laga sarat gengsi tersebut.

Surat pemberitahuan pelarangan bagi bobotoh itu tidak hanya diterbitkan Polresta Kediri tapi juga oleh Panpel Persik. Kedua surat "pencekalan" untuk bobotoh tersebut telah diterima tim Maung Bandung.

Kekhawatiran akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan sebelum, selama, dan sedudah pertandingan, jadi alasan pelarangan tersebut. Alasan lainnya Kediri tengah berkonsentrasi pada pengamanan situasi pascapemilu legislatif.

"Kami sudah menerima surat pemberitahuan dari panpel pertandingan Persik vs Persib. Surat itu secara eksplisit melarang bobotoh untuk datang menyaksikan secara langsung pertandingan tersebut," ujar Sekretaris Tim Persib, Yudiana, Selasa (12/5).

Tentang pelarangan dari Persik ini, pentolan Viking Rudi Boseng mengaku kecewa berat. Terlebih pihaknya sudah menyiapkan rencana keberangkatan ke Kediri. Boseng selama ini biasa bertugas sebagai koordinator pemberangkatan suporter setiap kali Persib berlaga di kandang lawan.

"Saya kira pelarangan itu mengada-ada. Kami hanya ingin mendukung Persib dan kedatangan kami kesana justru bisa mempererat tali silaturahmi dengan supporter Persik. Terus terang kami kecewa dengan adanya surat pelarangan itu," tandas Boseng.

Komentar senada dengan Boseng, dilontarkan Agus dan Yusuf. Menurut Agus dan Yusuf, pelarangan tersebut adalah bentuk pengeberian sportivitas.
"Persoalannya bukan niat berangkat atau tidak. Namun pelarangan tersebut telah mematikan kreativitas bobotoh. Pendukung sepak bola dilarang menonton tim kesayangannya, adalah bentuk pemaksaan kehendak yang memasung kreatifitas

Tidak ada komentar:

Posting Komentar